Hm,..
Kemudian daripada itu
,
Jika kita telah memiliki titik acuan, maka setidaknya kita bias bertindak menurut acuan tersebut. Dengan asumsi bahwa acuan tersebut bias berubah, seiring dengan pengalaman yang kita lalui. Pengalaman yang dimaksud adalah pengalaman belajar.
Pertanyaan kemudian bergulir, jika kita berada dalam titik pusat lingkaran, juga seiring dengan berjalannya waktu, mestinya, sudah penuh dong lingkaran tersebut.
Jawabnya tidak mungkin dan tidak akan pernah, dengan penuhnya lingkaran tersebut seharusnya orang tidak akan bis membedakan mana benar mana yang salah,
. Sedangkan jika ga ada yang benar dan yang salah, maka kebanyakan orang akan merasa kacau, he he he he.
Tuhan.
Lalu, munculah kesadaran mengenai ke-Tuhanan, yang dalam pemahaman saya, Tuhan letak kebenaran dan kesalahan 
tulisan terakhir, sebelum domain mati,..
____________________________
regards
tolahtoleh.comâ„¢