review Madiun Kertosono
Jan 06 2010
Babling, event, health, review, sepeda komitmen, pencapaian, pengakuan, review, sombong 7 Comments
Dengan Menggunakan Sepeda Angin, aku berangkat pukul 04.22, sekitar jam itulah,.. aku sendiri lupa tepatnya. Seingatku, sesaat setelah subuhan, trus packing bentar, cek Fisik Sepeda, lalu berangkat. Sayang beribu sayang, karena ponsel yang dilengkapi GPS belum sembuh, sehingga data2 pendukung berupa gambar dan detail lokasi tidak bisa diupload. Kamera,.?? iya bawa kamera, tapi karena Kondisi masih ber-embun, aku gak mau mengambil resiko, karena sekarang aku lebih hati-hati dalam hal penggunaan Kamera, ujung-ujungnya kalo kamera rusak. ganti,.. means duit lagi,.. ![]()
Berikut poto sepeda yang menyertaiku,
, detail sepeda ada di postingan ini. Sedikit beruntung, karena sampai sekarang sepeda tidak mengalami kendala berarti, kecuali pedal kiri yang sudah bunyi kriet-kriet, karena selain umur, juga sudah Retak. Hebadnya, sekarang aku mulai berpikir keras, mau dibelikan pedal apa
, baru tanggal segini sudah habis tabunganku ![]()
Perlengkapan.
a. Kunci Inggris Kecil
b. Cukit Ban (untuk mengganti ban jika gembos)
c. Ban Dalem 2 biji
d. Music Player+ earphone
e. Kompas (padahal, arahnya ya cuman itu aja, rute juga sudah apal
)
f. Kunci Y ukuran 10-12-14, hand tool Polygon.
g. Senter untuk lampu depan, kebetulan multifungsi, bisa senter bisa jadi lampu sepeda
h. Tail light, alias lampu belakang yg bisa kedap-kedip[1],
i. Helm+baju+celana sepeda, cuman sepatu aja yg bukan sepatu sepedahan,.. ![]()
j. Pocari 500 ml, air mineral 1 Liter
pengin juga mbawa crank, rante, dan pedal baru, tapi gak jadi, karena ngebayangin beratnya aja udah males ![]()
Berjalan selama sekitar 1 Jam, sampai di Saradan, ndilalah, kuncian sproket lepas. Lepas, karena luput dari maintenance rutin, dan gak pernah nyangka bisa copot..
. Oke, dipasang diwarung kopi, disambi ngopi, dan istirahat sejenak. Beruntungnya, mudah diperbaiki, yang kebayang weiew, yak apa kalo gak bisa lanjut. Lanjut, genjot lagi,… di turunan Saradan kecepatan bisa mencapai 52.1 kpj.

Di jam ke 2,5 perjalanan, ban mengalami kempes, dan di pompa, tepatnya disekitar -8 km dari kota nganjuk. Baru di jalan Mastrip dilakukan penggantian ban Dalam karena dirasa sudah tidak bisa ditolerir. Asumsiku, ban yang bocor pangkal pentil-nya, karena tidak ditemukan paku atau benda tajam lainnya yang mengenai ban dalam. Dan dilanjutkan setelah menghabiskan sisa air mineral dan roti kering yang menjadi bekal.
Sampai dirumah sekitar pukul 08.30, atau sekitar 4 jam perjalanan.
Apakah terjadi Kram? seperti yang ditakuti banyak orang? jawabnya tidak. Karena aku berpedonam untuk mengayuh dengan irama 1 putaran perdetik, jika terlalu cepat maka gigi belakang dioper kebawah (yg lebih kecil) demikian juga sebaliknya, jika medan dirasa menjadi berat, maka gigi belakang dioper ke yang lebih besar.
Bagaimana biar tidak kram selama perjalanan? aku gak duwe pedoman, yang jelas, irama kayuhan disesuaikan dengan kebutuhan, jangan kita memforsir tenaga untuk mengayuh, karena yang namanya dipaksa pasti gak enak, mengalir sajalah,.. dinikmati. Gak usah kawatir gak nyampe, pasti nyampe tujuan kok.
Tips perjalanan jauh yang bisa saya sarankan:
1. Lakukan pemanasan, seperti mau olahraga yg lain. Terutama bagian kaki, kalo mau lebih lengkap ada di sini.
2. Istirahat yang cukup, masing-masing orang punya pola istirahat yang berbeda.[2]
3. Jersey, atau pakaian bersepeda, jangan menggunakan sarung kalo bersepeda, pasti ribet
[3]
4. Safety kit, mulai dari senter, helm, Tail Light, perlengkapan P3K, dll.
5. Bekal yang cukup, mulai bekal tool/peralatan, bekal makanan, bekal uang, bekal pulsa juga ![]()
Terakhir dan yang paling penting, persiapkan sepeda sebaik mungkin, dan sebelumnya pastikan anda punya/ada sepeda untuk dikendarai,… ![]()
–bawalah keperluan yang perlu, karena pengalaman kemaren, membawa air satu liter di Tas Ransel+Kamera digital+kit, 2 Ban Dalam, dan perlengkapan lain seberat sektiar 2 kilo, jadi total sekitar 5 kilo dipunggung, weiew,.. bikin sakit di pundak, Karena tas Ranselnya berat euy,…. gak sebanding sakitnya dengan di kaki, yang relatif gak terasa sakit, tapi terasa lelah.
Next, membawa pulang sepeda dari sini ke sini. Dan sekarang Hape-ku sudah sembuh
, nanti bisa dibantu dengan positioning GPS-nya.. he he he he.
Perjalanan pertama ini bukan untuk menjadi acuan, tapi untuk menjadibacaan refernsi, dan cheklist apa aja yang musti dipersiapkan.
edited[nambai gambar]

end-edited
regards,
tolahtoleh.com™
- fungsinya untuk menghindari pengendara dari belakang agar tidak menabrak kita, karena jika kita ditabrak dari belakang, kemungkinannya akan lebih besar daripada ditabrak dari depan, asumsinya, kita segaris dengan arah pengendara dibelakang kita (↩)
- Persiapkan Fisik dengan benar, kebetulan saya kemana-mana naik sepeda, jadi beda jika anda baru pertamakali trus langsung sepedaan jauh, bisa jadi anda membutuhkan usaha yang lebih keras untuk melalui perjalanan yang ber-jam2. Saya sendiri merasa perjalanan ini belum apa2 dibangingkan dengan pesepeda lain, tapi sekali lagi, ini sebuah pencapaian yang musti saya lalui
(↩) - gunakan yang berbahan mudah kering, karena keringat bisa bikin iritasi kalo kulit yg berkeringat saling bergesekan. Dan pilihlah celana sepeda, yang ada busa/gel/empuk-empuk di pantat, dan bentuknya ketat. Bentuk ketat dan elastis akan mengurangi resiko lecet di pangkal Paha. (↩)




Jan 06, 2010 @ 11:57:28
yang ngemeng pake sepeda motor bukan sepeda angin sapa kemaren? sepedaan yuk,
Reply
Jan 06, 2010 @ 17:18:14
Reply
Jan 07, 2010 @ 09:38:09
opo kiw, moro2 hore,…???
Reply
Jan 15, 2010 @ 20:53:16
1 Jam = 450Kalori
4 Jam = 1800Kalori
1800 Kalori = 3 Kali Makan
3 Kali Makan = 1 Hari Sama sekali ga kemasukan kalori
1 Hari Ga Makan = 250Lemak di badan
Wew
Reply
Jan 20, 2010 @ 13:26:47
Wingi 4,5 jam boss.. Tekan kertosono sampe Madiun,.. Akakakaka
Reply
Jan 21, 2010 @ 17:57:09
tiap hari 1 jam pp, berapa kalori tuh .. tapi macet jalannya
Reply
Jan 25, 2010 @ 17:02:03
tak tambai gambar gans,..
Reply